Back to Zero

Bismillah, 

Kehidupan adalah selayaknya jalanan aspal menuju pulang yang mau tak mau harus ditapaki. Sedih gembira, suka dan duka pastinya akan selalu menaungi di setiap kelokannya. Hal itu lumrah, dan bukanlah penghalang untuk sampai di pekarangan rumah. 

Kembali ke titik nol bukan hanya berarti melepaskan lalu merelakan segala hal dan kembali dari awal. Back to zero aku harfiahkan juga sebagai awal memulai segalanya. Awal yang benar-benar diartikan sebuah era baru tanpa adanya bayangan masa lalu. 

Cerita Kita sebuah judul yang aku pilih sebagai bagian dari kisah menemukan dirinya. Menemukan tujuan diri dalam bentuk penghambaan pada Tuhan, menemukan tujuan diri dalam bentuk bagian dari sebuah rasa. 

Begitu panjang proses kembali ke titik nol ini. Cerita-cerita yang tak mungkin diunggah dalam blog sebelumnya ingin aku torehkan di dalam Cerita Kita ini. Cerita tentang sebuah perjalanan panjang, dimana aku menyadari tak mungkin menghargai aksara dengan materi. 

Aku hanyalah penyuka aksara yang tak pernah paham dengan maknanya. Aku hanya tahu mereka bisa membantu untuk mengungkapkan apa yang dirasa dan apa yang dikira. 

Cerita Kita adalah tentang aku dan dia. Sebuah perjalanan sabar yang sempat tak kumengerti kenapa harus dijalani. Ternyata Tuhan memang pembuat rencana yang sebaik-baiknya. Hingga kini akhirnya aku menyadari maksud keberadaan rasa antara kita dalam perjalanan Cerita Kita ini. 

Cerita Kita hanyalah atap rumah bagi para manusia yang menjalaninya dengan sejuta karya. 

Padamu kusandarkan airmata tanpa bening, padamu kuriuhkan isak tanpa suara. Teruntukmu yang selalu ingin mengubah gundah menjadi tawa renyah



DaluLintang





Posting Komentar

0 Komentar