Beruntung sekali tahun ini aku tidak melewatkan World Book Day begitu saja seperti tahun lalu. Informasunya aku dapatkan secara tidak disengaja di grup komunitas. Begitu link media sosial dishare, langsung aku klik untuk mendaftar. Senang sekali rasanya ketika mendapatkan surel berupa E-ticket untuk mengikuti acara yang diselenggarakan di perpustakaan BI.
Sesuai informasi di Instagram, tanggal 22 Mei akan ada acara bedah buku bersama penulisnya, Khoirul Trian. Judul bukunya membuat aku bersemangat untuk ikut acara ini. "Ayah, Ini Arahnya Ke mana, Ya?" Walapun belum tahu isi bukunya seperti apa. Tapi kalau membahas tentang ayah pasti akan menyentuh banyak hati. Terlebih lagi buku ini ada filmnya juga yang tayang bulan April kemari di bioskop.
Sambutan Panitia Yang Ramah
Aku datang kepagian. Tapi memang sengaja karena tidak mau berdiri di bus dan menghindari macet pula. Tak lama menunggu, kulihat orang-orang mulai sibuk di teras perpustakaan. Aku pun bergegas masuk demi mendapatkan sesi signing bersama penulis yang diperuntukkan 50 orang pertama peserta yang datang.
Surprise, setelah menunjukkan E-ticket dan menyumbangkan satu buah buku, aku dipersilakan mengambil air minum dan snack. Adapun E-ticket nantinya bisa ditukar dengan konsumsi untuk makan siang. Aku menyempatkan diri melihat-lihat pameran buku sebelum masuk ke dalam ruangan. Buku-bukunya cukup menarik dan beragam. Dan ada diskonnya juga loh! Setiap buku diskonnya berbeda, sesuai dengan penerbitnya.
![]() |
| free book dan snack |
Peserta tahun ini dibatasi jumlahnya. Mungkin demi estetika juga. Karena ruangan yang digunakan untuk event terlihat jauh lebih rapi serta tertata. Tidak ada lagi bagian untuk duduk lesehan seperti dua tahun lalu. Kali ini aku mendapatkan teman baru yang mengajak duduk di deretan pertama. Justru ini angle yang bagus untuk mendapatkan foto yang jelas menurutku. Interior panggungnya juga ditata cantik plus rapi. Menariknya, ada band pembuka yang melantunkan lagu-lagu melankolis, termasuk lagu berjudul "Ayah" yang fenomenal.
Sambil menunggu acara pembukaan, aku menikmati lantunan beberapa lagu. Pukul sembilan barulah acara dimulai secara penuh. Mas Khoirul orangnya humble dan rendah hati. Sama sekali tidak menunjukkan diri sebagai penulis buku best seller. Aku sempat bertanya-tanya, apakah orang yang berdiri di depan aku ini penulisnya? Ternyata memang benar beliau adanya setelah disambut oleh MC.
Bedah Buku Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?
Lagu Ayah yang mengiringi acara dari awal ternyata dimaksudkan untuk menambah suasana syahdu pada saat bedah buku berlangsung. Selama sesi pembukaan masih berlangsung aku sempat mengintip isi bukunya. Kaget juga sewaktu membuka halaman pertama. Dugaan demi dugaan mulai berdatangan begitu halaman berikutnya dibuka. Apakah isi buku ini berupa puisi? Tapi setelah aku teliti lagi lebih mirip curahan hati. Seperti bagian dari jurnaling penulisnya sendiri yang dijadikan buku.
Bedah Buku Dimulai Oleh Pertanyaan Yang Menohok Hati
Mas Khoirul pembawaannya tenang. Ketika MC sedang membimbing untuk sampai pada acara utama ada satu kalimat dari beliau yang membuat rasa penasaranku bertambah.
"Hilang selalu datang kepada orang-orang yang kita sayang"
Ibarat bunga, pasti yang paling cantik yang dipetik. Seperti itulah kehidupan mengambil orang-orang baik dari sekitar kita. Aku sempat terpesona dengan kalimat di atas. Sederhana tapi penuh makna. Penilaianku tentang acara bedah buku ini pun mulai berubah.
![]() |
| sesi signing bersama penulis |
Selanjutnya Mas Khoirul mengajukan pertanyaan yang menohok hati, "Apa yang paling kau rindukan ketika pulang ke rumah?" Aku sempat tercenung mendengarnya. Hampir saja beberapa kata itu terlontar dari mulutku (aku rindu masa kecilku). Beruntungnya sempat tertahan di ujung lidah. Sejujurnya diriku ini bukan tipe orang yang suka curhat di ruang publik.
Pertanyaan berikutnya sukses membuat aku menangis. "Apa yang hilang dari kamu?" Sambil menelan ludah aku menjawabnya dalam hati (aku jadi berbeda setelah menjalanu kehidupan yang keras setelah papa tak ada).
Kemudian pertanyaan demi pertanyaan diajukan Mas Khoirul kepada seisi ruangan. Beliau membawa peserta acara bedah buku ke dalam suasana yang penuh haru. Lantunan lagu Ayah membuat kami semakin terpuruk dalam kenangan akan Ayah.
"Apa yang hilang dari kamu?" (aku jadi berbeda setelah menjalani kehidupan yang keras setelah ayah tiada)
"Jika diberi kesempatan sekali lagi bertemu dengan ayah apa yang ingin kamu katakan?" (Ayah bisakah kamu tak pergi? Karena aku tak ingin sendiri). Pertanyaan ini paling menyakiti hatiku saat acara itu. Karena memang hal itu yang ingin aku katakan pada Papa.
Satu demi satu peseta acara bedah buku mencurahkan hatinya. Mereka berani berdiri demi menyatakan rasa rindu pada Ayah. Airmata bukan lagi hal tabu di sini. Semua menangis. Ibu yang menangis karena ayahnya yang tua telah tiada. Ayah yang menangis karena ingin anaknya baik-baik saja ke depannya. Anak-anak yang menangis karena rindu, ingin ayahnya hidup kembali.
Demikianlah acara isi berlangsung sesi demi sesi. Semua yang hadir berusaha mencurahkan kerinduan akan Ayah tanpa ada batasan.
Pada Akhirnya Berupa Sesi Healing Yang Mengharukan
Sepanjang acara akhirnya aku menyimpulkan jika buku ini akan tepat untuk orang yang tepat. Pernah mengalami serta menjalani berbagai sesi kehidupan seperti yang tertulis di dalamnya. Isi bukunya bisa menjadi poin-poin healing yang tepat bagi mereka yang pernah mengalami kejadian serupa.
Acara bedah buku kemarin sukses jadi sesi healing bagi mereka yang menghadiri. Kata Mas Koirul, buku ini nggak ada karakternya. Pemeran utamanya adalah kamu sebagai pembacanya. Buku ini juga nggak ada endingnya. Karena endingnya itu gimana pembacanya. Seperti apa kamu memaafkan Ayah ....











0 Komentar
Halo, dilarang spam yah. Maaf, kalau ada komentar tidak pantas mimin bakal langsung hapus.