Cerita Dibalik Resep Martabak Telur Yang Renyah dan Gurih

Siapa sih yang nggak suka martabak telur? Kalau aku sendiri paling favorit dari kecil selain bakpau. Hampir setiap hari camilan ini ada di meja makan. Biasanya Papa membelikan orang rumah oleh-oleh kalau pulang kerjanya agak malam.

Martabak telur kulit lumpia


Nah, ceritanya, sejak akunya jauh dari Bandung agak jarang jajan martabak. Bukannya tidak ada yang jualan, tapi kok rata-rata rasanya kurang pas di lidah. Sampai akhirnya suatu hari aku menemukan martabak Bangka. Tersnpirasi dari martabak Bangka di Bandung, aku yakin yang di sini pun rasanya tak jauh berbeda. 

Serunya, si penjual bikin promo martabak dengan harga mulai dari 10 ribu saja. Tentu saja hal ini membuat jiwa perantau aku bergembira. Sebagai perantau yang harus selalu berjuang, harga promo martabak mulai 10 ribu itu bagai oase di padang pasir hehe.

Singkat cerita, aku mendedikasikan diri jadi pelanggan tetap martabak Bangka ini. Sayangnya, bak cerita sinetron, tiba-tiba saja martabak itu jadi tidak jualan lagi. Awalnya sering tutup. Terus jadi nggak keliatan lagi gerobaknya. Katanya libur panjang. Eh, nggak lama kemudian malah digantikan sama yang jualan lalapan. Wah, bahaya kalau kayak gini mah.

Dan akhirnya aku pun terpuruk dalam kekecewaan ketika menyadari tukang martabak langganan sudah tidak jualan lagi. Padahal udah semangat karena nemu martabak yang enak serasa ada di kampung halaman jadinya. Sekarang gara-gara tutup martabaknya hidupku jadi garing lagi. Hari-hari terasa makin sunyi saja tanpa adanya suara dari kulit martabak yang renyah.


Hidup Adalah Perjuangan

Tapi bukan aku namanya kalau gampang menyerah. Sebenarnya dari zaman dulu udah sering juga bikin martabak, hanya saja dalam versi mini. Karena putus asa itu nggak ada dalam kamusku jadinya aku putar otak gimana caranya bisa tetep makan martabak telur.

Jujur saja kalau bikin kulit martabak versi aslinya aku agak mager. Hidup ini sudah terlalu meletihkan dengan banyaknya dilema dan masalah. Lalu kalau misalnya ada jalan yang lebih mudah kenapa juga harus memilih jalan yang sulit?

kebetulan juga aku hobi scroll video masak-masak. Beberapa postingan resep yang menarik bahkan aku salin linknya. Termasuk juga resep martabak telur homemade. Uniknya, ada banyak versi resep martabak telur homemade yang tidak menggunakan kulit dari adonan aslinya. Rata-rata resepnya menggunakan kulit lumpia yang bisa didapatkan di pasar tradisional.

Hanya saja, cara mengeksekusinya juga bermacam-macam. Ada resep martabak yang dikukus terlebih dahulu. Setelah itu baru dipotong-potong dan digoreng. Kebanyakan sih memakai cara cepatnya, jadi seperti membuat martabak mini versi jumbo. Resep ini  saja yang aku ambil agar lebih praktis dan cepat terhidang.

Untuk isian martabak telurnya sesuai selera saja. Telur kocok dan daun bawang bisa ditambahkan kornet, sosis, suwirann daging ayam, daging cincang, dan lainnya. Kalau aku dari dulu memang paling hobi membuat camilan  martabak mini yang isiannya suwiran daging sisa sop ayam atau opor. Dan kemarin itu kebetulan ada sisa rendang daging kurban. Jadi deh isian martabak telurnya cukup komplit.


Jangan Mudah Percaya Apa Yang Dilihat Mata

Di dunia ini jangan mudah percaya pada apapun dan siapapun. Banyak sekali hal yang hanya diperindah di permukaan saja. Banyak cover juga yang terlihat indah padahal setelah diteliti ternyata ada cacatnya. Banyak juga perkataan muluk yang diutarakan dengan maksud untuk membujuk. Padahal nyatanya kalimat-kalimat kosong dan bohong.

Seperti itu juga halnya dengan resep masakan. Apabila kita tonton videonya terasa mudah serta meyakinkan proses pembuatannya. Padahal kalau diulik ada komponen-komponen yang tidak diumbar secara gamblang. Hasilnya, jika kita ikuti pasti tidak akan berujung menjadi masakan yang enak menggiurkan serta sempurna seperti dalam video.

Berkaca dari banyaknya kebohongan menyesatkan dalam kehidupan ini. Saya pun tidak copy paste begitu saja resep martabak telur yang ada di media sosial. Apalagi sebelumnya saya sering menggunakan kulit lumpia dan hapal tekstur aslinya yang rapuh.

Kulit lumpia tipis, jika ia diisi oleh adonan yang basah pasti akan membuat kulitnya lembek. Dan sangat besar kemungkinannya juga bocor. Nah, berdasarkan analisa tersebut saya pun mulai mengulik resep martabak homemade tersebut. 

kulit lumpia agak gosong karena sempat dibesarkan sebentar apinya


Berdasarkan beberapa postingan video yang saya tonton, semuanya menggunakan satu lembar kulit lumpia saja. Saya ragu apakah memang sekuat itu kulit lumpia yang tipis sedangkan adonannya saja rata-rata menggunakan 3 butir telur.

Oleh karena itu, resep martabak telur yang saya punya pun dimodifikasi. Disesuaikan dengan kenyataan yang harus diterima walaupun pahit (nggak bisa super irit cuma pake selembar kulit lumpia). Yah, saya tidak akan menggunakan satu lembar kulit lumpia saja yang  disusun melingkar wajan. Tapi saya akan memakai 2 lembar kulit lumpia (2 lembar kulit lumpia yang disusun  di atas wajan, dan nantinya dilipat menutup adonan martabak telur yang dituang di atasnya).


Percaya Pada Diri Sendiri Lebih Aman

Akhirnya saya berhasil membuat martabak telur versi jumbo dari kulit lumpia. Tentunya dengan beberapa modifikasi pada resepnya.

Resep Martabak Telur Kulit Lumpia

Bahan-bahan :

  • Kulit lumpia 10 lembar
  • telur ayam 3 butir
  • Daun bawang secukupnya
  • Daging rendang (sisa Idul Adha)
  • Garam, merica, gula putih secukupnya
  • Minyak goreng

Cara membuat adonan isi martabak:

  • Kocok lepas 3 butir telur, jangan lupa tambahkan garam, merica dan gula secukupnya.
  • Iris tipis daun bawang
  • Suwir-suwir daging rendang
  • Campurkan iriasan daun bawang dan daging rendang ke dalam kocokan telur. Aduk rata.

Cara membuat kulit martabak :

  • Siapkan kulit lumpia yang telah dipisah-pisah, 10 lembar (biasanya kulit lumpia itu saling menempel)
  • Siapkan wajan atau teflon
  • Tuang minyak secukupnya ke dalam wajan
  • Susun kulit lumpia mengelilingi wajan. Masing-masing 2 lembar. Letakkan 2 lembar kulit lumpia di tengah-tengah (jadi yang terpakai untuk mengelilingi wajan itu 8 lembar kulit lumpia)

Cara memasak martabak telur homemade :

  • Setelah kulit lumpia siap di dalam wajan tuang adonan isi martabak telur ke atasnya
  • Lipat-lipat kulit lumpia hingga menutupi isi adonan (pastikan jangan sampai ada celah yah!)
  • Nyalakan api kompor. Pastikan memakai api kecil karena kulit lumpia itu cepat matang
  • Balik martabak telur setelah kulit lumpia agak kecokelatan
  • Angkat martabak telur setelah semua bagian kulit lumpia berwarna keemasan
  • Tiriskan terlebih dahulu sebelum dipotong-potong sesuai selera

Potong-potong martabak telur selagi hangat. Sajikan dalam piring bersama saus sambal.


Bikin Hidup Bervariasi Biar Tidak Monoton

Jangan biarkan hidup itu garing tanpa variasi. Seperti saya misalnya yang menolak kegiatan berkelanjutan yang itu-itu saja. Ritme yang sama pasti akan memancing kebosanan. Seperti itu juga halnya dengan resep makanan. Kita bisa membuat berbagai macam variasi dari satu resep makanan yang sama.

Isi martabak telurnya mirip di tukang martabak asli soalnya pakai suwiran daging rendang


Contohnya resep martabak telur yang saya share di atas bisa divariasikan lagi sesuai selera masing-masing. Isian martabak telur bisa ditambahkan sosis atau kornet. Atau bisa juga menggunakan daging cincang yang sudah dimasak terlebih dahulu.

Agar adonan isi martabak lebih maknyuss bisa ditambahkan bubuk cabe dan kari ke dalamnya. Semuanya sesuai selera saja. Makin banyak variasi isinya pastinya makin enak rasanya. Begitu juga kehidupan. Semakin banyak pengalaman, semakin terasa dagingnya. Dan tentunya pengalamam itu diperoleh dari ritme kehidupan yang bervariasi. Banyak-banyaklah belajar dari petualangan.

Selamat mencoba resep martabak homemade. Jika kamu punya resep lain bisa banget share di kolom komentar. Kalau bahan-bahannya murah dan mudah pasti saya recook hehe.





Posting Komentar

0 Komentar