Melawan Insecurity: World Book Day 2024



Libur akhir lebaran diawali dengan kegiatan baru, bedah buku. Setelah merasai lelah berkepanjangan ditambah pindahan, rasa cemas mulai merayapi. Cemas akan kekuatan tubuh, plus jiwa juga. Insecure karena sepertinya harus selalu melakukan perjalanan dan perpindahan, padahal diluar kemauan. Insecure juga karena mudik kemarin menghabiskan banyak waktu serta tenaga, jadinya fokus terpecah belah. Pasti membutuhkan waktu lama untuk fokus lagi. Ditambah harus penyesuaian lagi sama suasana baru.

Melawan pikiran yang aneh-aneh dalam diri sendiri itu tidak mudah. Untung saja link cukup luas sehingga banyak informasi untuk healing. Padahal mudik kemarin harusnya juga healing. Tapi ternyata rasa lelah akibat berbagai hal malah tidak membuat segar, malah menambah rasa ingin healing. Singkat cerita, aku dapat informasi tentang bedah buku di perpustakaan BI. Menurutku ide bagus juga menghabiskan akhir bulan yang sarat tugas di perpustakaan. 


World Book Day 2024

Ketika sampai di perpustakaan kami harus mengisi absen di meja tamu. Rupanya bedah buku kali ini cukup special dilihat dari cara penyambutannya. Kulihat di teras luar kanan dan kiri ada buku-buku yang ditata. Rupanya ada bazar buku juga di sini. Pintu tengah perpustakaan sekarang dibuka. Dari mulai ruang tengah yang di dalam perpustakaan hingga ke pintu digelar karpet untuk para peserta bedah buku. Aku sempat tercenung membaca display di layar televisi, "World Book Day". Apa iya sekarang itu hari buku sedunia? Rupanya karena rasa lelah aku kurang teliti membaca tentang acara hari ini.


World Book Day 2024


Senang karena bisa menjadi bagian dari perayaan hari buku, aku berusaha mencari tempat duduk yang pas. Sayangnya, tidak kebagian tempat duduk di bagian depan. Pesertanya lumayan banyak juga kulihat. Yang kubaca di flyer-nya kemarin memang untuk 200 peserta. World book Day 2024 di perpustaan BI ini bertajuk, "The journey of chance the empowering force of literacy".  Memang benar, minat baca di Indonesia harus lebih diperhatikan lagi. Acara seperti bedah buku hari ini bisa menjadi pemancing minat masyarakat pada buku. Setelah berbagai sambutan yang garis besarnya mengenai minat baca, sesi bedah buku pun dimulai.


Pintu tengah perpus BI dibuka




Insecurity is My Middle Name

Jujur aku sudah terlalu lama hiatus dari dunia literasi. Menulis pun pasti sekitar pekerjaan saja. Jadi begitu mendengar judul buku yang akan dibedah, rasa penasaran langsung mendera. Karena ternyata aku benar-benar baru tahu penulisnya. Padahal sudah cukup banyak buku yang beliau tulis. Alvi Syahrin, namanya bagus, semakin menambah rasa penasaran saja jadinya. Entah kemana saja aku selama ini sampai tertinggal jauh di dunia literasi. Setelah separuh mengikuti bedah buku, aku menyadari jika Kak Alvi punya tempat tersendiri di hati penggemarnya. Berawal menulis bebagai cerita fiksi, Kak Alvi akhirnya mencoba menulis non fiksi dan berhasil menggaet hati pembacanya.


World book day 2024


"Insecurity is My Middle Name" judul yang menarik menurutku. Menurutku insecure jadi hal mengganggu jika berhasil memengaruhi pola pikir dan aktivitas. Beberapa kali insecure juga berhasil membuat aku jadi malas untuk bertindak lebih karena terlalu banyak cemas akan berbagai hal. Buku kak Alvi ini mengupas berbagai macam insecurity yang umumnya dialami. Sangat membuat penasaran untuk dibaca menilai begitu banyak jenis insecurity di muka bumi ini. Kira-kira insecure yang seperti apa yang menderamu, Kawan?


world book day 2024



Suvenir dan Makan Siang

Setelah sesi bedah buku yang ramai, Kak Alvi dan para peserta sempat berfoto bersama. Sayangnya aku pindah ke belakang karena jadi penunggu panggung boneka. Padahal ternyata acaranya itu keesokan harinya. Karena sudah kadung di belakang jadinya aku makan bekal makan siang saja. Peserta yang lainnya ada yang langsung pulang, ada juga yang ikut lesehan buka bekal masing-masing. Tidak disangka-sangka kami mendapat makan siang dari panitia penyelenggara. Wah, surprise sekali. Terus peserta juga mendaat suvenir buku Kak Alvi. Beruntung sekali hari ini, pikirku berulang kali. Acara bedah bukunya ramai, penyelenggaranya ramah dan totalitas. Cerita Kak Alvi juga sangat memotivasi dengan cerita perjalanan menulisnya hingga jadi seperti sekarang ini.


world book day disiarkan di Youtube

World Book Day yang sangat berkesan buat aku. PR juga untuk kita agar masyarakat mau dan berminat datang ke perpustakaan. Berbagai acara menarik seputar literasi yang diadakan di perpustakaan pasti jadi daya tarik sendiri untuk mereka. Seperti sekarang ini aku jadi ingin membuat resensi dari buku Kak Alvi. Insecurity pasti ada pada setiap orang. Dan aku rasa buku Kak Alvi cukup mewakili berbagai jenis insecure yang ada pada diri orang banyak. Semoga ke depannya ada banyak acara bedah buku seperti ini.




Posting Komentar

0 Komentar