Bom Plot Twist Dalam Novel The Housemaid

Judul : The Housemaid
Penulis : Freida McFadden
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : kedua Desember 2025
Jumlah Halaman : 393

Premis : Millie mencari hidup baru setelah bebas dari penjara. Pertemuannya dengan Nina mengubah seluruh hidupnya, mulai dari keuangan hingga terjebak cinta terlarang. Millie menyesal telah mengambil keputusan yang salah dan terancam masuk bui lagi.

Sama sekali aku tidak mengira kalau buku The Housemaid memiliki cerita yang sangat menarik. Banyak kejutan di dalam alur ceritanya. Yang mungkin jadi tidak mungkin. Sebaliknya, yang tidak mungkin ternyata adalah hal yang nyata terjadi.

Di dalam buku ini pembaca dimainkan logika dan sugestinya. Permainan yang terjadi bisa saja hanya sebuah script yang diciptakan oleh karakter-karakter di dalamnya. Yang jahat bisa saja sebenarnya orang baik. Sedangkan yang dianggap teman ternyata hanyalah serigala berbulu domba.


blog_cerita_kita
Novel The Housemaid


Alur Cerita The Housemaid

Millie adalah seorang mantan narapidana. Dia mendapat kesempatan bebas bersyarat. Millie kesulitan mencari pekerjaan karena latar belakang kejahatannya. Sebuah tindak pidana yang dilakukan dengan alasan pembelaan diri.

Kemudian kesempatan itu datang dari Nina Winchester yang membutuhkan asisten rumah tangga. Millie pun mendapatkan kabar baik setelah seminggu berusaha tidur nyenyak di dalam mobilnya yang sempit. Nina pada akhirnya mempekerjakan Millie sebagai asisten rumah tangga di rumahnya.

Rumah keluarga Winchester paling besar. Tukang kebunnya, Enzo, memiliki wajah tampan dan jadi favorit ibu-ibu di sekitar perumahan. Nina punya seorang anak perempuan bernama Cecelia yang selalu mengenakan gaun putih berenda, mirip boneka model zaman dulu.

Sedangkan Andrew, suami Nina punya pekerjaan yang bagus serta sangat tampan. Bahkan Millie diam-diam naksir setelah dia gagal menggoda Enzo. Millie tidak tahu jika Andy juga bersimpati padanya.

Sayangnya, Nina memiliki karakter yang aneh. selalu saja Millie disalahkan olehnya. Millie hampir menyerah kalau tidak ingat sulitnya mencari pekerjaan. Pada akhirnya Millie mendapat info kalau Nina pernah masuk rumah sakit jiwa selama 6 bulan. Hal ini menjelaskan segala sesuatu perbuatannya yang terasa janggal. Katanya Nina pernah mencoba membunuh Cecelia


Kamar Di Loteng

Ada perasaan aneh ketika Nina pertama kali menunjukkan kamar khusus untut ART di loteng. Kamarnya sangat kecil. Ada satu lampu yang sangat terang ketika dinyalakan. Millie melihat ada lemari kecil dan sebuah rak di sudut kamar. Dipan di dalamnya terlihat lebih nyaman dari jok belakang mobilnya. Diam-diam Millie berdoa mendapatkan pekerjaan ini.

Millie sangat bersemangat ketika mendapat kabar dia diterima kerja di rumah keluarga Winchester. Di hari pertama masuk bekerja ia malah mendapat peringatan dari si tukang kebun. Enzo mengucapkan sebuah kata dalam bahasa asing yang artinya membuat Millie ketakutan.

Rasa takut itu bertambah ketika Millie menyadari jendela di kamar loteng tidak bisa dibuka. Satu-satunya udara hanya dari pintu masuk saja. Millie juga menemukan sebuah ember di dalam lemari. Entah untuk apa. Yang mengerikan dia mendapati bekas cakaran di daun pintu bagian dalam. Sayangnya Nina tidak memberikan jawaban yang memuaskan ketika ia menanyakan hal tersebut.

Ketegangan malam pertama tidur di kamar loteng hampir membuat Millie menyesal telah menerima pekerjaan ini. Berawal ketika kantung kemihnya terasa penuh. Millie harus keluar kamar untuk kencing karena tidak tersedia toilet di dalamnya. Ketika ia meraih pegangan pintu. Pintu itu diam tak bergerak. Mille mendorongnya sekuat tenaga. Tapi tetap saja tidak terbuka.

Panik mulai menyerangnya. Nina pasti telah menguncinya dari luar. Pintu itu memang hanya bisa dikunci dari luar. Karena dulunya bekas lemari penyimpanan. Millie yang panik mulai menggedor pintu keras-keras. Tangannya menarik gagang pintu sekuat tenaga. Dalam ketakutan yang memuuncak ia mulai menekan gagangnya ke bawah. Dan entah bagaimana, pintu itu terbuka begitu saja.

Millie menarik napas lega. Mungkin gagangnya hanya sedikit macet. Ia merasa bodoh karena mengira Nina telah menguncinya dari luar.

Novel The Housemaid


Kegilaan Nina Winchester

Hal paling tidak mengenakkan bagi Millie adalah ketika ia membuat Cecelia ketakutan karena telah membuatkan makanan dengan selai kacang. Nina marah besar padanya. Dia menuduh Millie ingin membunuh Cece. Millie sama sekali tidak tahu jika Cece alergi kacang karena ia menemukan toples selai kacang di lemari dapur.

Andy mengatakan kalau Cece sama sekali tidak alergi kacang. Lalu kenapa Nina membohongi dirinya? Hal menyebalkan lainnya ketika Nina menuduh Millie telah membuang kertas pidato yang diletakkannya di meja dapur. Millie merasa bersalah karena memang ia telah membersihkan dapur dari timbunan sampah dan bekas makanan yang menumpuk.

Nina menangis sejadi-jadinya. Andrew membujuknya untuk mengetik ulang semua rancangan pidatonya. Akhirnya Mille mau dibujuk dan bergegas ke dalam kamar untuk mengetik ulang pidato POMG-nya.

Nina juga mempermainkan masalah tanggal tiket menonton konser di broadway. Millie membeli tiket yang bertepatan dengan hari kepergian Cece ke sekolah musim panas. Nina jelas marah padanya. Padahal Nina sendiri yang memberikan jadwal tanggalnya. Nina mengancam Millie untuk mengganti semua harga tiketnya. Andrew menjadi penyelamat. Dia berinisiatif membatalkan semua tiket konser yang telah dipesan.

Akhirnya Nina berangkat mengantar Cece dengan hati tenang. Dia tidak tahu jika masalah tiket konser ini akan menjadi pemicu api asmara yang terpendam antara Andy dan Millie. 

Hal yang paling tidak bisa ditolerir adalah ketika Nina menuduhnya mencuri pakaian. Padahal Nina sendiri yang memberikan semua pakaian berwarna putih itu kepadanya. Nina menyangkal telah melakukan hal itu. Tragedi tuduhan pencurian itu memicu pertengkaran antara Nina dan Andy. Akhinya Andy mengusir Nina keluar rumah. Nina sama sekali tidak protes. Dia mengepak semua pakaiannya ke dalam koper, lalu mengangkutnya dengan mobil.

Beruntung Cece sedang sekolah musim panas, jadi tidak melihat semua kejadian memuakkan itu. Enzo berkali-kali memberi peringatan kepada Millie selama Nina tidak ada. Puncak kecemasan Enzo ketika mendapati Millie pulang naik mobil di pagi hari bersama Andy. Enzo menggeleng-gelangkan kepala dengan kesal melihat keejadian itu.


Siapa Sebenarnya Yang Bersalah? 

Milie beranggapan semuanya sudah selesai. Nina pergi meninggalkan rumah. Cecelia sudah pasti akan ikut dengan ibunya. Mille memang tak pernah bisa akrab dengan anak perempuan itu. Akhirnya kini ia bisa dianggap jadi pemilik rumah besar dan indah ini. Bukankah Andy telah menganggapnya sebagai seorang kekasih?

Hanya saja impiannya itu jadi terasa lucu setelah Millie mengalami hal paling menakutkan dalam hidupnya. Berada di ruangan penjara memang mengerikan. Tapi terkurung di dalam kamar sempit lebih mengerikan lagi baginya.

Hari itu, seperti biasanya, Andrew penuh dengan cinta. Mereka bercinta penuh gairah di kamar loteng. Millie tertidur nyenyak karena lelah dan puas. Sesuatu yang menekan di perut bagian bawah membuatnya terbangun. Kantung kemihnya penuh. Millie tidak mendapati Andy ketika bangun.

Parahnya, pintu macet lagi. Millie mulai menggedor sambil memanggil Andrew. Lama sekali baru terdengar suaranya dibalik pintu. Kelegaan di hati Millie langsung lenyap begitu mendengar kata-kata Andrew.

"Kamu hanya seorang pembantu, Millie ...."

Dan Millie tidak mendapatkan apa yang ia harapkan. Pintu kamar loteng tetap terkunci dalam waktu yang lama.


Review Buku The Housemaid

Aku terpukau dengan jalan ceritanya yang berjalan halus tapi penuh kejutan. Banyak plot twist yang membuat mulutku ternganga. Buku ini ditulis dengan cara menarik. Ada bagian bersama antara Millie dan NIna. Ada juga bagian terpisah, yang menceritakan versi masing-masing dari kedua karakter tersebut.

Pada akhirnya, pembaca akan digiring pada kesimpulan siapa biang keladi semua kejahatan yang terjadi di rumah Winchester. Apakah benar Nina segila itu atau dia hanya korban? Dan siapa sebenarnya Enzo yang misterius itu?

Kemudian pembaca akan dibuat ternganga oleh Evelyn, ibu dari Andrew, yang secara tak terduga menjadi pusat, dan penyebab semua kekacauan itu terjadi. Bagaimana bisa? 

Buku ini secara halus mengungkapkan masalah pola asuh orang tua yang salah. Sehingga menyebabkan anaknya mengalami kelainan kejiwaan di masa dewasanya.

Menurutku, The Housemaid buku yang sangat menarik dan sangat sayang jika tidak dibaca. Sangat aku rekomendasikan untuk teman minum kopi, atau pengantar tidur di malam hari.

 



Posting Komentar

21 Komentar

  1. Iya benar. Pola asuh dari ortu berperan juga buat anak. Apalagi di zaman sekarang banyak sekali pergaulan yang tidak diinginkan.

    BalasHapus
  2. aku udah nonton filmnya tapi belum baca novelnya, jadi penasaran juga

    BalasHapus
  3. Waaah...sungguh suatu buku yang membuatku penasaran utk membacanya langsung! Terima kasih sharing review buku ini yaa..

    BalasHapus
  4. Plot twist dalam novel seperti ini memang jadi daya tarik utama. Aku juga suka cerita yang tidak mudah ditebak, apalagi kalau endingnya benar-benar di luar ekspektasi. Biasanya setelah selesai baca, masih kepikiran terus karena alurnya kuat

    BalasHapus
  5. Pas baca bagian Millie seolah terkunci serasa nonton film thriller ya hahahaha ikut tegang sendiri. Kirain beneran dikunci Nina....

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga pas bacanya ngiranya dikunci sama si nina

      Hapus
  6. Review yang seru parah! Kakak pinter banget nangkep sisi-sisi mengejutkan dari novel ini tanpa harus jadi spoiler yang berlebihan. Tulisan ini bener-bener jadi racun buat yang belum baca biar segera ikutan ngerasain sensasi 'meledak'-nya. Makasih sharing-nya ya Kak, ditunggu review buku kece lainnya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks kak, itu karena bukunya emang bagus ceritanya

      Hapus
  7. Ini wajib jadi next reading deh. Belakangan ini, saya sedang menyukai baca novel. Suka kisah-kisah fiksi, tapi di dalamnya banyak banget insight baru.

    BalasHapus
  8. Wah, twist di novel The Housemaid memang sering bikin pembaca kaget dan susah berhenti baca. Review seperti ini seru karena bikin penasaran tanpa terlalu berat, pas buat penggemar thriller.

    BalasHapus
  9. Dari ulasan ini, kelihatan kalau kekuatan utama buku ini ada di kejutan alur dan manipulasi persepsi pembaca. Cocok banget buat yang suka cerita penuh twist dan nggak mudah ditebak sampai halaman akhir.

    BalasHapus
  10. Membaca reviewnya jadi ikutan tegang dan penasaran. FIx, saya harus membaca buku ini. Seruu reviewnya,,,makasiiih kak

    BalasHapus
  11. Menarik bukunya, plot twist nya itu lo. Cakap nih penulisnya membuat alur yang menarik dan mengangkat konfliknya. Penasaran pengen baca

    BalasHapus
  12. Ini yg sudah di adaptasi jadi film yang diperankan Sidney Sweeney dan Amanda Seyfried itu bukan ya?
    Malah lebih tau filmnya duluan dan baru ngeh sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.
    Menarik sekali

    BalasHapus
  13. wah ini novel genre thriller kah? Jadi penasaran nih sama ceritanya apakah Nina itu beneran jahat atau dia juga ternyata korban?

    BalasHapus
  14. Jangan jangan Millie bisa "sakit" begitu juga ulah sang suami.. Andrew.
    Sebenernya, aku ga ngliat keanehan Enzo siiyh.. like a normal person kan yaa... yang ganteng dan femes ituu.. pasti gakkan mau terikat dulu.

    Kalo Millie langsung berganti haluan ke tuannya, yaa.. ini ngelunjak siiyh... nurut aku yaah..
    Apalagi dengan kepribadiannya yaaang penuh misterii...

    Ini termasuk psikologi book yang alurnya cukup mudah dipahami yaa.. meskipun buku terjemahan. Cakeepp sinopsisnya, ka...

    BalasHapus

Halo, dilarang spam yah. Maaf, kalau ada komentar tidak pantas mimin bakal langsung hapus.