![]() |
| Foto Insto Dry Eyes, Sumber dokumen pribadi |
Liburan di kota kelahiran sendiri apa terdengar aneh? Bagiku tidak sama sekali. Jujur setiap kali pulang tidak ada waktu untuk berkeliling di Kota Bandung. Selain karena letih efek perjalanan jauh, juga karena aku tidak menemukan teman yang cocok untuk diajak berpetualang.
Malah aku sering membujuk teman dekatku untuk bertandang kembali ke Kota Kembang. Dulu sewaktu aku masih di sana dia pernah beberapa kali main ke Bandung, tapi belum sempat ke rumahku. Sayangnya, jadwal pekerjaan yang padat masih menghalangi niat baiknya untuk bersilahturahmi. Aku harus sedikit bersabar agar dapat menjelajah kembali uniknya Kota Bandung bersama dirinya.
Kemudian kesempatan itu datang setelah libur lebaran kemarin. Awalnya dia iseng berkata, hanya bisa pergi ke Bandung bersamaku di libur panjang setelah Idul Adha. Terpicu ucapannya itu aku malah langsung mencari tiket kereta api. Ketika membuka aplikasi, ternyata tiketnya masih banyak. Surprise juga, sejujurnya aku sudah hopeless karena biasanya kalau libur panjang itu pasti kehabisan tiket.
Singkat cerita, aku pun memesan tiket pulang pergi. Saking antusiasnya, jemariku sampai gemetar ketika menekan fitur pemesanan dan pembayaran tiket. Lega rasanya ketika pemesanan berhasil dilakukan. Setelahnya aku bengong beberapa saat. Masih tak percaya karena akhirnya akan berangkat juga ke Bandung dengan dia.
Meskipun masih setengah tak percaya, seperti biasanya, sebelum berangkat ke Bandung aku membuat list barang apa saja yang harus dibawa dan diperlukan selama perjalanan.
- Menyiapkan makanan dan minuman untuk di perjalanan
- menyiapkan obat-obatan pribadi
- membawa pakaian ganti secukupnya karena mau pulang ke rumah sendiri
- menyiapkan oleh-oleh
Perjalanan Yang Panjang dan Melelahkan
Kebetulan seminggu sebelum perjalanan ke Bandung pekerjaanku sedang banyak-banyaknya. Jadinya aku sering begadang karena ingin segera menyelesaikan semua tugas. Sebenarnya aku tidak suka mengerjakan tugas di malam hari karena mata jadi harus bekerja lebih keras. Soalnya, aku memakai lensa kontak yang ukuran minus dan silindrisnya lumayan besar. Meskipun memakai kacamata tambahan, tetap saja kurang jelas jika dipakai di bawah lampu kamar di malam hari.
Kemarin itu lensa kontakku sampai terasa kering dan lengket ke bola mata saking fokusnya bekerja. Akibat terlalu dipaksakan fokus menatap layar laptop mataku jadi sepet. Mau tidak mau aku harus sering jeda untuk membuat rileks mata. Tapi nyatanya mata malah jadi sering kabur.
Parahnya lagi, sewaktu berada di dalam kereta api aku sama sekali tidak berinisiatif untuk membuka lensa kontaknya. Pikirku, akan sangat menyulitkan jika tiba-tiba ingin ke toilet dan tidak bisa melihat jelas jalan menuju ke tempat itu. Jadinya selama 13 jam di dalam kereta api lensa kontak tetap aku pakai. Dalam artian sewaktu tidur pun aku tetap memakainya. Dan tidurku itu tidak sebentar.
Disinilah letak kesalahannya. Memang ribet harus buka pasang lensa kontak di dalam kereta api yang notabene terus bergerak. Tapi aku salah telah menyepelekan kesehatan mata. Padahal aku membawa teman perjalanan yang bisa dimintai tolong jika ada apa-apa. Kemalasanku ini berakibat fatal buat mata. Ketika terbangun di pagi hari, lensa kontak yang aku pakai terasa kering dan sangat lengket ke mata.
Aku mencoba mengedipkan mata agar menghasilkan airmata. Tapi tidak berhasil. Yang terjadi malah mataku jadi terasa perih dan seperti ada yang mengganjal. Lalu mulailah drama itu terjadi. Saking perihnya mataku sampai berair parah. Mau tidak mau lensa kontaknya aku copot di saat penumpang sedang antre turun dari kereta. Tentu saja kondisiku ini menarik perhatian banyak orang.
Liburan Hampir Gagal Akibat Mata Kering
Liburan di kota sendiri terancam gagal akibat kecerobohanku menyepelekan Gejala Mata Kering. Menyadari hal ini aku sangat sedih dan hanya bisa pasrah. Meskipun lensa kontak sudah dicopot mataku masih terasa perih dan seperti ada pasir yang mengganjal. Aku tidak berani memasang lagi lensa kontaknya takut drama airmata terulang kembali.
![]() |
| Insto Dry Eyes ukuran 7.5 mL |
Sebagai pengingat bagi teman-teman yang juga memakai lensa kontak seperti aku. Seharusnya ada beberapa persiapan yang dilakukan ketika akan melakukan perjalanan jauh ;
- Menyiapkan kacamata pelindung
- Membawa kacamata minus cadangan (dipakai pada saat lensa kontak dilepas)
- Membawa cairan pembersih lensa kontak
- Membawa obat tetes mata
Kemudian ada beberapa hal penting lainnya yang harus dilakukan serta dijaga selama melakukan perjalanan jauh ;
- Jangan tidur dalam keadaan masih menggunakan lensa kontak
- Pastikan selalu menjaga kebersihan tangan untuk menghindari mata terkena infeksi
Seringkali aku menganggap kesehatan #MataSePeLeJanganSepelein sedikitpun seharusnya ketika mata mulai terasa kering. Seperti kali ini yang imbasnya bisa membuat liburanku gagal total. Sangat tidak mungkin aku berkeliling Kota Bandung tanpa memakai lensa kontak. Karena kacamata minus sekaligus kacamata pelindungku itu jarak pandangnya terbatas. Jadi tidak bisa menggantikan fungsi lensa kontak yang ukuran minus dan silindrisnya sesuai resep dokter.
Mengapa Insto Dry Eyes?
Melihat kondisi mataku yang terlihat sembab dan sedikit bengkak membuat teman dekatku prihatin. Dia juga tak rela jika misinya untuk silahturahmi ke rumahku sampai gagal. Akhirnya dia menyarankan untuk membeli obat tetes mata di apotek. Tapi aku lebih memilih ke minimarket terdekat untuk mencari Insto Dry Eyes.
![]() |
| Insto Dry Eyes |
Aku yakin #InstoDryEyes dapat meringankan gejala mata kering dan mata perihku ini. Obat tetes mata ini mengandung Hypromellose yang memiliki beberapa fungsi :
- Sebagai air mata buatan yang melindungi lapisan permukaan mata
- Menahan kelembapan mata dan mengurangi rasa perih atau mengganjal pada saat berkedip
- Mengatasi iritasi ringan pada mata
Begitu berhasil membeli obat tetes mata ini aku langsung menggunakannya dengan cara meneteskan 1-2 tetes pada setiap mata yang sakit. Setelah 2 kali pakai dengan jeda 15 menit mataku mulai terasa ringan dan sejuk. Barulah aku berani memakai kembali lensa kontaknya. Ketika lensa kontak dipasang kembali tidak terasa perih ataupun mengganjal di mata. Lega rasanya hati ini karena #BebasMataKering
By the way, aku jadi bisa keliling kota Bandung tanpa harus menderita lagi akibat mata kering. Dan rencana silahturahmi ke rumahku juga berjalan dengan lancar jadinya. Liburan kali ini banyak sekali pelajarannya, terutama soal kesehatan mata. Jangan sampai sepelein gejala mata kering pokoknya.










19 Komentar
Jangankan berkeliling kota, kadang jalan kerja aja mataku sudah perih, padahal pakai kaca mata XD
BalasHapusAku selalu takut pakai obat tetes mata, malah seingatku belum pernah pakai sama sekali saking takutnya ToT
Deritanya yang pake lensa kontak ya kak
HapusJadi inget jaman2 dulu hampir setiap hari pake lensa kontak. Kalau sudah dipakai berjam-jam dan plus di dalam area ber AC, emang mata jadi kering banget. Solusi dari aku sama dengan di artikel ini, buka lensa, pake obat tetes insto trus istirahat mata dulu.
BalasHapusIya betul kak, mau ga mau harus kaya gitu solusinya
HapusSeru banget membaca cerita jalan-jalannya di Bandung. Kadang kalau sedang asyik berpetualang, kita memang lebih fokus menikmati tempat yang dikunjungi sampai lupa kalau mata juga bisa cepat lelah, apalagi terkena angin, debu, atau terlalu sering melihat layar untuk foto dan mencari rute.
BalasHapusJadi relate banget membawa Insto Dry Eyes sebagai salah satu perlengkapan kecil saat bepergian. Ukurannya praktis, tapi bisa membantu perjalanan tetap nyaman tanpa terganggu mata sepet, perih, atau lelah. Jadi makin pengin jalan-jalan lagi ke Bandung!
Terimakasih sharing pengalamannya yaa.. Memang saat bepergian kita harus siapkan juga obat2an yg biasa kita konsumsi saat diperlukan, termasuk di antaranya Insto Dry eyes andalan kita ini ya..
BalasHapusLiburan terganggu akibat sakit mata sayang banget pastinya ya. Adanya Insto Dry Eyes ini memang membantu sekali mengatasi mata sepet dan lelah saat dalam perjalanan
BalasHapusSenang insto juga bisa didapatkan di minimarket terdekat ya...
menurutnya saya membawa Insto sama pentingnya membawa handsanitizer, apalagi kalau kita mobilitasnya tinggi di luaran, belum lagi cuaca dan kondisi udara yang gampang sekali membuat kondisi mata kurang segar.
BalasHapusPakai lensa kontak ini termasuk hal yang bikin aku ngeri sih kalau misal lensa kontaknya lengket dan nggak bisa dilepas. Makanya aku jarang banget pakai lensa kontak walaupun bisa sangat membantu bagi diriku yang berkacamata ini. Untungnya sekarang ada insto dry eyes ya, mbak yang bisa menjadi penolong saat mata jadi kering karena pemakaian lensa kontak
BalasHapusBagiku Insto Dry Eyes bestie soalnya kemana-mana selalu dibawa. Yang paking sering dirasain sih mata sepet dan lelah karena sering mantengin hp :)
BalasHapusAkupun kalau pas liburan kemanapun selalu siap obat mata karena emang sensitif banget mataku insto emang terbaik yaa buat meredakan mata merah
BalasHapusMemang gejala mata kering kadang dianggap sepele, padahal kalau dibiarkan bisa mengganggu aktivitas. Yang penting juga tetap memperhatikan aturan penggunaan obat tetes dan lensa kontaknya. Semoga liburannya tetap seru dan setelah ini matanya makin nyaman.
BalasHapusJalan-jalan di Bandung memang nggak pernah ada habisnya ya! Selalu ada sudut kota atau keseruan baru yang bikin pengen balik lagi dan lagi.
BalasHapusTapi kalau mata sudah bermasalah, mood ambyar. Untung ada insto yang bisa selalu menemani dan lekas meredakan gejala sepele
Bandung memang salah satu kota yang rasanya nggak pernah kehabisan tempat untuk dijelajahi. Bahkan kalau sudah pernah beberapa kali datang, selalu ada saja sudut kota atau tempat baru yang bikin penasaran. Aku sendiri lebih suka perjalanan yang nggak terlalu buru-buru, jadi bisa menikmati suasana, mampir makan, lalu lanjut jalan lagi. Bandung memang cocok banget untuk gaya jalan-jalan seperti itu hehehe. Sama kayak aku dan suami sama2 berkacamata jadi selalu sedia insto
BalasHapusMbaak kereen memilih menggunakan lensa kontak untuk kebutuhan matanya. Saya baru tau ada lensa kontak untuk mata minus dan silinder, berarti mata plus juga bisa yaa pakai lensa kontak. Lensa kontak itu harus orangnya rajin dan telaten..kalau saya aduh nyerah deh mending pilih kacamata.
BalasHapusTapi itu alhamdulillah yaa masalah mata kering dan lensa kontak nempel ke mata bisa di normalkan lagi dengan tetes mata insto...alhamdulillah jadi liburan di Bandungnya tidak terganggu.
Dari dulu Insto memang membantu bangettt kalau ada masalah mata. Apalagi usia jelita kayak aku, mata sering berair karena kena debu, dsb.
BalasHapusSeru banget baca cerita jalan-jalan ke Bandung ini, berasa ikut keliling nikmatin suasananya yang adem khas kota kembang. Penjelasannya mengalir dan detail banget, bikin angan-angan langsung melipir pingin liburan ke sana juga dalam waktu dekat.
BalasHapusPerjalanan membuat mata bekerja lebih lama dan lebih melelahkan.
BalasHapusApalagi menggunakan softlens yaa, teh.. aku dulu juga hobi banget pakai softlens, ehehe.. sekarang uda mageran.. karena biasanya sampai ke tempat tujuan langsung bobok.
Kudu selalu sedia Insto Dry Eyes untuk segera bikin mata kembali segar.
Sempat merasakan seperti ini, saat ada deadline, berbulan-bulan setiap harinya lebih dari 8 jam berada di depan laptop, kerasa banget mata kering itu seperti apa..., memang butuh yang instan seperti ini ya agar tetap bisa beraktivitas....
BalasHapusHalo, dilarang spam yah. Maaf, kalau ada komentar tidak pantas mimin bakal langsung hapus.