Mengikuti kata hati, selalu hal itu yang aku yakini selama ini. Seperti tanggal 1 Mei kemarin, awal bulan yang berasa akhir bulan. Rasa yang hampir dirasakan semua orang yang sama-sama menjalani libur lebaran. Alias persediaan di kantong mulai menipis. But, tetap saja hati  menggerakkan kaki untuk keluar rumah. Prinsipku, cukup menghirup udara di luar ruangan saja sudah cukup membuat segar suasana hati. Biasanya ide-ide juga bermunculan begitu berada di ruangan terbuka. Kemudian aku pun lenggang kangkung menyusuri jalan.




Setelah gabut jalan sana sini, aku putuskan balik lagi ke kosan. Eh, tak disangka tiba-tiba ada chat masuk yang mengajak untuk nonton. Pucuk dicinta ulam pun tiba, kebetulan sekali dari kemarin banyak teman yang membicarakan film ini. Tanpa pikir panjang, aku langsung menerima ajakan tersebut. Untung tadi nggak jadi ke tengah kota. Lagi-lagi mengikuti kata hati menjadi berkah buat aku.


XXI Royal Plaza

Ternyata semudah ini ke Royal itu. Aku kira tempatnya jauh dan tidak terlewati transmoda kota yang selama ini selalu aku naiki. XXI berada di lantai 3 Royal Plaza. Cara termudah untuk menemukan tempat di mall yang baru kamu kunjungi itu dengan naik lift. Lalu aku pun mencari lift dan langsung menemukan XXI berada di lantai 3, tepat seperti yang aku harapkan hasilnya sebelumnya. XXI selama ini jadi salah satu bioskop favoritku untuk menonton film. XXI di Royal cukup luas, dan tentu saja karpetnya sangat empuk untuk dipake selonjoran kaki, seperti biasanya kalau aku nonton di bioskop ini.

Tak lama menunggu, temanku datang. Kami mendapat kursi penonton di bagian D. Karena baru jam 2 siang, kami harus menunggu setengah jam sebelum masuk ke teater. Minggu kemarin aku kebagian di teater 3 untuk film Glenn Fredly.




Glenn Fredly The Movie

Begitu film diputar saya langsung teringat akan sosok Bung Glenn yang humble. Aktor yang memerankan Glenn sangat menghayati perannya. Seperti melihat Bung Glenn asli selama pemutaran filmnya. Disutradarai oleh Lukman Sardi, film ini membawa beberapa properti khas Glenn semasa hidupnya. Dan hal ini menurutku berhasil menghidupkan kembali sosok Glenn dalam filmnya.
 
Glenn dimainkan oleh Marthino Lio. Karakter yang dibawakan Lio mirip sekali Glenn. Aku rasa kepiawaian akting Lio berhasil membuat film ini hidup. Film ini berdurasi 1 jam 49 menit, dan aku begitu menikmati perjalanan hidup Glenn sehingga tak terasa ketika sudah sampai diakhir cerita. Di film ini juga muncul aktor dan aktris senior seperti, The bakuucakar grup musik Glenn bersama teman-temannya, Ridho Slank, Barry Likumahuwa. Kemudian ada Bucek Depp sebagai ayah Glenn dan Ruth Sahanaya sebagai ibunya.

Akting Bucek Depp sebagai ayah Glenn juga sangat bagus, menghayati sekali. Ruth Sahanaya juga memainkan peran ibu Glenn dengan sangat baik. Mama Ute cocok sekali memerankan ibu yang baik dan bijaksana di film ini. Sedangkan Bucek aku nilai berhasil memerankan karakter papa Glenn yang egois akibat penuh kekecewaan akan hidup.

Aku penggemar Dewi Sandra yang cantik. Suka sekali waktu dia muncul di film ini. Film ini memang komplit, termasuk diwarnai kisah percintaan romantis Glenn dengan istrinya, Dewi Sandra yang diperankan Sonia Alyssa, dan Mutia Ayu diperankan oleh Zulfa Maharani. Perjumpaan Glenn dengan Mutia lucu sekali. Pantas saja Glenn jadi tertarik pada Mutia pada akhirnya.

Jujur, lagu-lagu Glenn selama film diputar, "Sedih Tak Berujung", "Menikahlah Denganku", "Karena Cinta", berhasil membuat aku tambah melow. 


Review Glenn Fredly The Movie

Film ini berhasil mengaduk emosi aku selama diputar. Permasalahan keluarga yang memuncak hingga membuat Glenn harus keluar rumah benar-benar menyesakkan. Belum lagi perseteruannya dengan ayahnya sendiri. Beruntung Glenn memiliki ibu dan saudara yang selalu menyemangati.

Bung Glenn punya banyak teman, dan dia sangat dekat dengan mereka. Walaupun begitu, kekecewaan, salah paham, hingga pengkhianatan bukan tak mungkin tak terjadi. Kesehatan Glenn sempat menurun ketika dia dikhianati teman kerjanya sendiri.

Karir musiknya juga sering disepelekan oleh ayahnya. Glenn tidak mencari uang, Justru ia ingin berbagi dengan banyak orang melalui musik. Terutama untuk saudaranya di Ambon. Perjalanan Glenn membuat Ambon diakui menjadi kota musik dunia sangat mengharukan. Sumbangsih Glenn melalui musik agar kota Ambon aman sangat menginspirasi. Aku benar-benar tidak menyangka jika jiwa kemanusiaan Glenn begitu besar.

Semangat Glenn Fredly sangat terasa sekali selama filmnya diputar. Semangat yang dia salurkan melalui musik. Semangat untuk berbuat bagi orang banyak. Semangatnya untuk membela saudara-saudara di Ambon. Sebuah cerita yang menginspirasi serta mengetuk pintu hati.