Jangan Anti Jamu, Karena Bisa Bantu Sehat Selalu

Sebenarnya jamu sudah tidak asing semenjak saya masih kecil. Sayangnya, waktu itu saya kurang suka dengan rasanya yang sedikit berpasir di lidah. Ketika sudah melahirkan dan punya anak, barulah saya berlangganan jamu ke si Mbok keliling. Hal itu pun saya lakukan karena keharusan, agar cepat pulih kesehatannya pasca melahirkan.

Saya banyak bersentuhan dengan jamu setelah melahirkan anak pertama. Namanya juga baru pertama kali melahirkan, menurut saja apa yang dikatakan oleh orang tua. Waktu itu mama membelikan saya satu paket jamu untuk yang baru melahirkan. Menurut saya waktu itu ribet sekali, karena ada jamu yang harus dibalurkan ke perut sebelum memakai gurita. Bau jamunya lumayan tajam, terus ketika kulit berkeringat malah jadi gatal. Karena kebetulan kulit saya termasuk yang agak sensitif. Waktu itu ada juga  sebagian jamu yang harus diminum, jamu puyer, dan kaplet.

minum jamu di cfd


Masa pemulihan pasca melahirkan selesai, saya lanjutkan dengan minum jamu setiap hari. Jamu dari si Mbok keliling yang lewat di komplek. Waktu itu saya sering minum jamu kunyit asam dengan jahe gula merah juga. Selama bertahun-tahun jamu favorit saya kunyit asam itu. Sebelum saya merantau jamu yang saya kenal cuma sedikit, termasuk juga jamu cair dalam bentuk kemasan.


Berbagai Manfaat Jamu

Awalnya cuma tahu kalau jamu yang saya minum selama ini bisa membantu menghilangkan bau amis di badan. Selain itu juga ada jamu yang bisa bikin badan segar. Hanya dua manfaat itu yang saya tahu. Setelah saya merantau, ternyata ada banyak macam jamu. Rupanya itu alasannya kenapa di bakul dan gerobak Mbok jamu itu banyak botol. Karena memang setiap jamu itu beda khasiatnya. Dan biasanya diracik sesuai dengan permintaan pembeli.

Ada jamu dengan butiran cabai merah yang bisa untuk menghangatkan badan. Saya baru tahu jenis jamu ini setelah mengeluhkan badan selalu terasa dingin. Ternyata selain beras kencur banyak juga ramuan jamu lainnya yang bisa membuat badan segar. Jamu juga ada untuk kecantikan. Bahkan untuk merawat bagian sensitif kewanitaan juga ada jamu khususnya yang bisa diminum. Jamu kapur sirih. Saya baru mengetahui semua jenis jamu ini setelah merantau

beli jamur kapur sirih di cfd


Jamu Sinom

Pulang mudik kemarin di sepanjang perjalanan sudah banyak yang batuk-batuk. Ini adalah peringatan untuk mulai sering menggunakan masker lagi. Karena saya kadang lupa tidak bermasker setelah badai covid berlalu. Ternyata sesuai dengan yang dikhawatirkan, dimulai dari suami yang mulai demam. Dia tidak bersin jadinya sakit kepala disertai badan panas. Setelah pileknya keluar baru demamnya perlahan turun. Suami tidak begitu percaya obat tradisional. Saya justru sebaliknya. Saya tidak begitu suka konsumsi obat kimia. Mungkin pengaruh dari kecil yang sering sakit, jadi setelah dewasa lebih hati-hati lagi konsumsi obat.

Ketika gantian saya yang kena pilek. Diawali gejala sakit kepala. Saya langsung menolak ketika dia menawarkan obat pusing. Saya pikir obat itu tidak perlu karena kandungan di dalamnya juga sama saja dengan obat sedang diminum olehnya. Saya lebih memilih minum jamu tolak angin sachet lalu istirahat sebanyak mungkin. Saya tidur seharian dengan dibantu minum obat pilek yang dibeli di warung. Selain itu saya minum air perasan jeruk nipis ditambah makan sayur. Pilek menyerang ketika daya tahan tubuh turun. Jadi setelah tidur pasti kondisi akan jadi lebih baik.

jamu kunyit asam


Tidak berhenti di sini saja. Saya mulai mencari jamu sinom. Di kota ini saya justru lebih mengenal jamu sinom dari jamu lainnya. Jamu ini biasa dijual di tukang kue-kue pasar kalau di kota ini. Awal saya mengenal jamu ini ketika haid saya tidak lancar. Saya lihat warna jamunya kuning berarti ada kunyitnya. Biasanya saya makan kunyit kalau haid kurang lancar. Akhirnya saya coba minum jamu sinom. Rasanya itu manis asam dan segar sekali. Pantas saja di cuaca kota yang panas ini jamu sinom yang jadi favoritnya. Begitu pun ketika saya pilek kemarin minum jamu ini. Dan kondisi badan saya jadi lebih enak serta segar.

Sedangkan suami benar-benar turun demamnya setelah minum vermint. Dulu anak-anak sering saya beri air cacing kalau panas. Untuk lebih simple-nya sekarang sudah ada vermint dalam bentuk kapsul. Kemarin suami saya  belikan vermint untuk gejala typus. Alhamdulilah, yang asalnya suhu badannya turun naik berangsur normal setelah minum vermint.


Kandungan Jamu Sinom

Jamu sinom hampir mirip kunyit asam. Kalau kunyit asam dari buah asam, sinom dibuat dari daun asam muda. Biasanya selain daun asam muda ditambah pula temulawak, kunyit, kayu manis, dan kapulaga. Karena kaya kandungan rempahnya, jamu sinom banyak manfaatnya. Termasuk membuat badan segar dan mengembalikan stamina. 

Jamu sinom rasanya tidak berpasir di lidah. Saya rasa anak-anak juga pasti menyukai rasanya yang segar. Jamu ini enak kalau diminum dalam keadaan dingin. Lebih terasa segarnya. Jamu ini memang cocok untuk diminum di cuaca yang panas.

kemarin pas pilek langsung minum tolak angin


Sekarang saya jadi lebih familiar dengan jamu. Bahkan jadi banyak ilmu juga karena sering nanya sama si Mbok yang jualan jamunya. Hitung-hitung riset on the spot jadinya. Setelah mengetahui banyak khasiat jamu, saya pasti mencari jamu untuk menjaga kesehatan tubuh. Seperti jamu tolak angin sachet pasti selalu punya stoknya. Jamu tolak angin ini  wajib punya soalnya saya senang bepergian. Jamu zaman sekarang rasa dan kemasannya sudah lebih trendi. Tidak melulu rasanya pahit dan tidak praktis kemasannya. Contohnya jamu tolak angin sachet yang bisa diminum kapan saja tanpa perlu ribet.

Jadi, jangan anti jamu. Karena minuman tradisional ini banyak sekali manfaatnya. Selain untuk kesehatan, jamu juga banyak manfaatnya untuk kecantikan. Setidaknya, dengan minum jamu kita jadi ikut menjaga kelestarian minuman tradisional negara ini yang kaya dengan rempah-rempah.



#menjamudunia
#lombablog


Posting Komentar

3 Komentar

  1. Wah, auto nungguin tukang jamu keliling depan rumha nih, udah batpil mayan lama gak sembuh2 euy. Terimakasih tipsnya ya kak.

    BalasHapus
  2. dulu waktu kecil cukup sering dibelikan beras kencur, jadi minum jamu juga terbiasa. Cuman kalau beli yang ada pahit-pahitnya ga terlalu sering. Meskipun gede gini tetep beli beras kencur

    BalasHapus
  3. Naaah awalnya aku ga suka jamu krn berpasirnya itu mbaaa. Kyk bikin ga bisa ketelen 😅😂. Tp dulu mama selalu maksa kami utk minum jamu. Soalnya mama ku termasuk yg rutiiin minum jamu dari zaman msh gadis.

    Aku inget juga tuh abis lahiran mama lgs kirim 1 set jamu ny meneer yg banyaaak bgt, sampe ada yg dioles2 hahahahaa.. Paling benci pas jamu yg pahit deh. Haduuuh harus pake buah supaya bisa ketelen 😅

    Tp kalo jamu kayak kunyit asam, beras kencur, jahe merah itu mah aku doyaaaaan. Krn enak kan. Yg pahit aja susah nelennya

    BalasHapus

Halo, dilarang spam yah. Maaf, kalau ada komentar tidak pantas mimin bakal langsung hapus.